Tips Menghilangkan Noda Deodorant di Baju

0 komentar
Deodoran ampuh banget buat menutupi BB alias bau badan (bukan BBB, artinya beda!). Emang gag ngusir secara total sih, bakteri disitu masih banyak. Pake deodoran bisa tahan lama, apalagi yang biasa aku pake (****** >> gag mau sebut merk ah, hahaaa). Tapi, deodoran jadi nyebelin banget waktu dia bikin noda di baju, yang gag ilang waktu dicuci. Kan jadi jelek banget tuh, kalo bagian ketiak ada noda 'tersendiri'. Jadi berasa burket walo habis mandi. >_<

I found this tips: Cara membersihkan noda deodorant:

1. Sebelumnya, periksa dulu tata cara pencucian yang ada pada label pakaian Anda, misalnya pakaian wanita, anak, dll. Apabila label tersebut menyarankan  untuk di dry clean, berarti tips ini tidak dapat berkerja secara maksimal dan dikhawatirkan akan merusak pakaian Anda. Bawalah pakaian Anda ke laundry dan katakan keluhan Anda pada noda yang ada dibagian ketiak. 

2. Apabila Anda yakin pakaian Anda aman, tahap pertama adalah taburkan bubuk baking soda pada area yang terkena noda bekas deodorant pada pakaian Anda, setelah itu sikatlah. 

3. Setelah disikat, tuangkan cuka pada area tersebut. Hal ini akan menimbulkan reaksi kimia berupa buih-buih yang banyak. Tambahkan kembali baking soda dan beberapa sendok cuka secara bergantian sampai buih semakin menghilang. 

4. Sikatlah hingga bersih sisa buih yang mengering. Cucilah pakaian wanita, anak, dll tersebut seperti biasanya. Sebelum pakaian dikeringkan, periksa dahulu apakah noda tersebut masih terlihat atau tidak. Apabila masih, ulangilah langkah tersebut dari awal. 


source: tips.blogdetik.com

dear calon suamiku..

1 komentar
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Dear calon suamiku… Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku… Tahukah engkau betapa Alloh sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.

Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Alloh selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Alloh tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Alloh membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku… Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Alloh pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak. Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.

Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku… Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.

Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Alloh dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.

Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Alloh setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Alloh tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.” Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Alloh… Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih. Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Alloh SWT.

Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku. Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku… Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh..


Seminar dan Workshop Penanganan Kegawatdaruratan Medik

1 komentar

ayooo reeeeekkk... pada ikuuuutttt smuaaa......!!!!!!!!!

Buat nYiapiN para mahasiswa KeseHatan biar sIaP muLai dari seKarAnGG!!! 'ingat harapan masyarakat pada kita'

Pematerinya muantaaaBB!!! jadi ngerti n siApP terJuuuNN kapanpun Qta dibutuhkan!!! ^o^




Buat para calon tenaga kesehatan (yang kuliah di bidang kesehatan maksudnya) pasti udah tau dong konsekuensi ngambil kuliah tersebut. Di tengah masyarakat kita yang masih berkembang ini, nggak aneh kalo semua orang yang kuliah dianggep 'WOW! Kamu keren! Kamu pintar!'. Menjurus ke bagian kesehatan, nggak aneh kalo semua orang mengandalkan kita, karna kita diangap lebih tau. Dan kesehatan itu pastinya jadi prioritas nomer 1 buat semua orang (sapa sih yang pingin sakit?). 

Ambil contoh ada kecelakaan sepeda motor vs becak. Tabrakannya lumayan keras, sampe salah satu roda becaknya copot dan besinya mleok-mleok, sedangkan sepeda motornya rantainya lepas dari asalnya. Pak becak terpelanting dua meter dari becaknya, dalam posisi tengkurap. Pengendara sepeda motor mengaduh kesakitan sampe teriak-teriak di tepi jalan, sambil memegangi kaki kirinya yang posisinya kelihatan aneh. Orang-orang yang kebetulan ada di sekitar situ langsung mengerumuni. Mengerumuni saja, pingin tau apa yang terjadi, tapi nggak tau apa yang mesti mereka lakukan. Secara nggak sengaja, ada seorang mahasiswa kesehatan lagi naik sepeda lewat situ. Seandainya, andalah mahasiswa itu, apa yang akan anda lakukan? Anda mungkin masih tingkat satu, atau tingkat dua, atau mungkin tingkat tiga. Mau diam saja, acuh tak acuh, sambil membatin dalam hati,'aduh, aku belum bisa nolong, takut salah, lewat aja aah..'

Heeeei,,, dimana jiwa sosialnyaaaa??!!

Contoh lain lagi. Waktu ngunjungi saudara yang punya bayi, bayinya aneh banget, nggak hiperaktif kayak bayi normalnya. Bayi itu diem, rada-rada pucat. Ibunya bingung, mesti diapain ni bayi?? Misalnya, anda lah yang sedang berkunjung itu. Anda seorang mahasiswa kesehatan, tapi belum dapet materi tentang cara menolong kasus seperti itu, masih dapet kuliah dasar semacam anatomi dan bahasa inggris. Apa yang akan anda lakukan??

Contoh lain lagi. Waktu sedang jalan-jalan ke alam, ke bukit atau pegunungan, teman anda rada bikin ulah. Dia manjat pohon yang gede dan tinggi, dan jatuh pula. Pahanya berdarah-darah, dan dia teriak-teriak kesakitan. Anda, sebagai mahasiswa kesehatan, langsung ditanyai sama temen-temen yang lain, "gimana ini? Diapakan temen kita ini? Kamu kan mahasiswa kesehatan, mestinya ngerti.." Trus, apa yang akan anda lakukan??

Dan masih buuuaaaanyyaaakkkk sekali kasus gawat darurat lainnya...

Apa kita mau diam saja??

Di Seminar dan Workshop Penanganan Kegawatdaruratan Medik ini, bakal diterangin dan langsung latihan menanganni kasus-kasus gawatdarurat semacam yang diatas itu. Langsung oleh para ahli di bidangnya, dokter-dokter spesialis emergency dan spesialis bedah dari RSUD Syaiful Anwar.

Gag bakal rugi!!!

"makasih" buat ujiannya, dok..

0 komentar
Saya mau ngucapin terima kasih banyak buat dokter-dokter, sekaligus dosen-dosen saya, yang sudah rela meluangkan waktu prakteknya buat ngajarin generasi-generasi penerus anda-anda semua, yang sudah rela menunda operasi buat menyampaikan kuliah buat generasi penerus anda-anda semua, yang sudah rela menempuh jarak beberapa kilo menuju kampus buat ketemu sama generasi penerus anda-anda semua ini, yang sudah menyempatkan diri membuat soal buat ujian generasi penerus anda-anda semua ini.

Saya pribadi sangat amat salut sama anda-anda semua, yang semangat banget kalo ngajar kami, kalo ketemu kami di kelas pakar atau di kelas diskusi, yang sering ngasi gambaran-gambaran tentang apa yang akan kami jumpai nanti. Saya sangat salut, terutama buat dokter-dokter yang bikin soal ujian kami, yang bagus banget soalnya, yang bisa bikin kami melotot dan ketiduran pada saat yang sama, yang bisa bikin kami nangis sambil berdarah-darah ngeliat beberapa lembar kertas itu, yang bisa bikin saraf pocong alias saraf simpatis kami bekerja lebih keras, yang bisa bikin kami semi coma dan seizure mendadak dengan GCS 1.3.2. Makasih buat inspirasi anda-anda semua, yang bikin kami mengurangi setengah dari kebutuhan tidur kami, yang bikin kami mengalirkan zat-zat stimulan terus-menerus dan mencetak banyak-banyak oksidan dalam sel kami, yang udah mbantu maksa sel-sel neuron kami yang hampir apoptosis untuk mencetak dendrit-dendrit dan sinaps-sinaps baru, yang udah mbantu atensi kami yang hampir collaps untuk terjun ke kondisi maniac atau skizofrenik.

Saya juga mau ngucapin terima kasih banyak buat tim legislatif fakultas, yang udah berpikir sangat keras walaupun sebagian selnya mulai apoptosis dan semakin tegas plak di pembuluh darah dan sistem sarafnya, yang sangat “baik hati” sampai memedulikan kami segitu dalamnya sehingga membuat sistem pembelajaran baru ini. Kami sangat senang sama sistem berbasis kompetensi ini, yang membuat dua puluh empat jam waktu kami tidak terbuang sia-sia dengan hang out sama temen-temen atau karaokean bareng atau sekedar curhat-curhatan atau melamun di bawah pohon mencari inspirasi, yang membuat hampir sepuluh jam waktu kami untuk berdiskusi atau kuliah pakar dan meningkatkan faktor resiko hemoroid kami, yang membuat delapan jam waktu kami berikutnya untuk menyelesaikan tugas diskusi esok hari dan untuk memahami materi yang sudah diberikan, yang membuat kami harus pandai-pandai mencuri waktu untuk memenuhi nutrisi dan melakukan ibadah wajib dan melakukan kesenangan pribadi dan memenuhi kebutuhan sosial dan menyalurkan minat.

Sebenarnya masih banyak lagi rasa terima kasih saya yang ingin saya ungkapkan disini, tapi saya cukupkan sampai disini saja berhubung masih ada puluhan kuliah pakar yang harus saya pahami lagi dan masih ada dua hari "menyenangkan" lagi untuk saya hadapi. Saya disini mewakili diri saya sendiri, mungkin juga teman-teman yang punya rasa terima kasih sebesar saya, berterima kasih untuk semua ke"normal"an dan semua ke"wajar"an yang telah, sedang, dan akan kami terima.

BE STRONG!

1 komentar
GAG ADA GUNANYA MENGELUH !!!!

BE STRONG !!!

SEMAAANGAAADDDHH !!!!!

\ *O* /
 

Leeya.woncoco Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template