mumbling tengah malem

0 komentar
Kenapa si hidup itu kadang feel so complicated and so hard?
huhuuu... T_T
Poko'e mesti SMANGADH terus!!!! Insya Allah semua masalah itu ada jalan keluarnya...
Emang kok, paling enak itu kalo orang punya kemampuan, kelebihan dan spesifikasi. Hmm...
[keep struggling]

Should be strong!

2 komentar
Ehmm... oke,, cukup shock juga mulai hari pertama kuliah. Nasib mahasiswa semester akhir ya gini ini kali ya. Nanggung, cemas, banyak kerjaan, banyak target, dll. Wuaaaaahhhh.... >_< *bolak-balik teriak sama diri sendiri, "SMANGADH, SMANGADH!!! Be Strong!!"

Sebelumnya sih, lumayan tenang aja. Aku kira, nasib angkatanku akan sama kayak angkatan 2007. Masih banyak waktu kosong sebelum yudisium dan koass. Hari pertama kemarin, temenku bilang kalo angkatanku akan lebih cepet lulusnya, lebih cepet jadi koass nya. Jadi semester ini cuman 3 bulan aja. Habis itu dipake buat SP, pknm, UK, dll. Maret kita udah yudisium. Dan sekitar bulan januari-februari, anak2 2006 udah pada selese koass nya, jadi kita bisa langsung masuk. Intinya, kalo bisa ikut gelombang pertama, sekitar awal taun 2013 udah bisa UDKI, trus dapet label "dr.".

Uwaaaaaaaa....... >_<

Mauuuuuuuuuu..... >_<

Cuman, itu bikin rada stress jugak. Itu berarti, aku nggak boleh males, nggak boleh ngaret, nggak boleh nunda-nunda kerjaan! Target: bulan september nylesein TA, max. bulan oktober pertengahan udah ujian TA, setelah ujian TA jum'at-sabtu-minggu is time for reviewing sampe uas terakhir, setelah uas reviewing lagi sampe selamanya T_T. Jadi berasa lebih possible kalo udah ditulis gini. Bisa kok! BISAAAA!!! PASTI BISAAA!!!!! Aturan mainnya: gag boleh nunda2 tugas, ngerjain modul sekalian belajar, gag boleh tidur pas kuliah, gag perlu bikin target yang gag realistis (semacam, Guyton harus habis sebelum masuk koass). Sekarang mesti lebih serius lagi! Biar bisa cepet lulus! SEMANGAAAADDDHHHH!!!!!!

PASTI BISA!

Jalan ini...

0 komentar
Film terakhir yang aku tonton ituuu film india. Judulnya… adu maak,, lupa lagi… >_< Yang jelas ada sejenis banana dan jodi. Jodi itu artinya partner alias pasangan hidup. Lumayan bagus juga si…


Jadi, ceritanya itu, ada seorang cewe yang mau nikah. Taani namanya. Di hari pernikahannya, rombongan pengantin cowo kecelakaan dan gag ada yang selamat. Setelah itu ayahnya Taani kaget dan kena stroke, terus meninggal juga. Wasiat terakhir ayahnya adalah, sebuah harapan biar anak cewe satu-satunya itu mau menikah dengan muridnya yang paling cemerlang, karena hanya muridnya itulah orang yang paling dia percaya untuk menjaga putrinya. Surinder namanya. Seorang pria sederhana yang dia anggap cukup setia untuk mendampingi putrinya, cukup berharga untuk disayang seumur hidupnya, cukup mapan untuk memimpin bahtera rumah tangga bersama putrinya. Gitu deh, walopun orang lain mungkin akan berkata bahwa pria itu hanya pria biasa, bekerja sebagai pegawai biasa, pagi berangkat sore pulang, hidupnya datar tak berwarna, kepalanya selalu tertunduk, culun dan gaguk, dan dia terima semuanya begitu saja dengan penuh kerelaan, tanpa amarah, jengkel, ataupun perlawanan apapun (kok kayaknya kasian banget, ya, hoho). Karna bakti pada ayahnya, Taani pun meng-iya-kan perjodohan itu. Singkatnya, mereka nikah.


Secara, si Surinder ini gag pernah berhubungan sama cewe, dia kaku banget bahkan sama perempuan yang udah jadi istrinya. Dan si Taani ini bilang ke suaminya, ‘aku tidak akan pernah bisa mencintaimu. Tapi aku akan mencoba untuk berubah dan menjadi istri yang baik.’ Kata-kata itu seperti panah yang tepat menembus jantung Surinder. Baginya, seorang Taani adalah cinta pada pandangan pertama, keceriaannya membuat cinta itu makin kuat, dan sekarang dia ingin berubah? Memikirkan itu lagi, Surinder seperti kena panah lagi (gag mati2 ya orang ini, haha). Trus, si Surinder ini pura-pura jadi orang lain, yang lebih jail, lebih gila, lebih atraktif, maksudnya si biar si Taani tetep bisa ceria. Sekalian pengen tau, sejauh apa si kesetiannya istrinya itu, buat suami yang rela ngelakuin semuanya, ngerelain segalanya buat dia. Di akhir-akhir, si Taani hampir aja milih kabur bareng ‘topeng’nya Surinder. Tapi, ketika berdoa, dia melihat seorang Surinder sebagai titipan Tuhan buat dia. Dan akhirnya dia lebih milih suaminya daripada ‘topeng’nya suaminya.


Kalimat yang paaaling sering diucapin Surinder adalah, ‘kita hanya berjalan di jalur cinta, di ujung jalan kita bertemu kembali…


Setelah liat film itu, bagiku biasa aja. Ya, kayak film-film India kebanyakan. Ceritanya klise, ada bagian lucuuu, ada bagian mengharukan, banyak nari-narinya jugak. Daaan, bahwa jodoh itu nggak akan kemana-mana kok, semua cowo dan cewe udah dikasih pasangannya masing-masing sejak kisah mereka Ditulis dalam Laukhil Mahfudz. Tapi sekarang, kayaknya aku lebih ngerti maksudnya kalimat itu deh. 


Ya, kita manusia, cuman bisa berjalan, memilah, dan memilih jalan mana yang akan kita lewati. Dalam kegelapan jalan takdir, kita cuman bisa berusaha yang terbaik untuk melewati semua halangan, rintangan, cobaan, dan apapun yang ada di jalan itu. Yang pasti, kita sebagai manusia harus terus berjalan, karna ada sebuah ujung disana, untuk dicapai, untuk diperjuangkan. Kita hanya berjalan di jalur cinta. Ribuan kata maaf nggak akan bisa menyapu debu-debu yang udah kita sebarkan di sepanjang jalan ini. Di ujung jalan sana, kita akan bertemu kembali. Sebagai apa, biarkan Allah yang Berbicara… 

She's Great!!

1 komentar
Waw!!! Dosenku itu kwerenn pwooLL... bangeettt deh pokoknya...

Beliau membuat mahasiswanya bener-bener belajar. Kata-katanya itu selalu penuh semangat, jadi kalau beliau bicara, dengan sendirinya aku dan temen-temen termotivasi. She's just so great, so wonderful! Orang cerdas, percaya diri tinggi, pantang putus asa, pantang nyerah, belajar adalah prinsip hidupnya (menurut pandanganku si ini).

Tugas akhirku ini, siapa lagi yang nyemangatin kalau bukan beliau... Dari awal aku konsul sama beliau (karna beliau dosen pembimbing akademik ku juga sih), jelas banget keliatan kalo aku tuh bener-bener seorang yang bingung, nggak kompeten, gag jelas wes pokoknya maunya itu apa. When I asked her, beliau dengan mata membulat saking semangatnya yang nggak pernah padam itu, langsung ngasi rekomendasi, gini..gini..gini.. Idemu itu secara ilmiah gini.. Pertama kali tanya, agak ngerasa tertohok sebenernya. Iya lah,, emang ideku waktu itu masih mentaaah bangettt... dan emang I knew nothing about research. But, it's OK. Kemudian ketika beliau menawarkan aku dan temen-temen untuk mbantuin mahasiswa S2 nya,, I just thing, maybe it's a great challange, atau mungkin aku cuman ngasal aja, yang penting udah ada something buat tugas akhir. Di situlah dimulai 'perjuangan berdarah' kami, especially for me (because it's my story, haha).

Tapi, di tengah-tengah perjuangan berdarah ini, beliau selalu optimis, optimis, optimis, selalu mensupport kami dengan motivasi dan semangatnya yang setinggi langit (kalo perlu seluas jagad deh). Banyak sebenernya nasehat beliau yang aku lupa, karna gag sempet nulis, gag sempet ngrekam, gag keinget pula (parah >_<). Tapi ada beberapa quotes beliau yang so WOW! Aku lupa beliau waktu itu ngomong apa, tapi kata-kata beliau itu bikin aku nyadar, bahwa I'm being this group leader, and that I should understand what my friends wants, what my friends do, what my friends need. Aku mesti pengertian sama semua anggota kelompokku, gag sakarepe dewe, gag ninggalin atau nyuekin atau gag peduli atau being egosentric. Yep, saia mesti bersabar. Nasehat beliau lainnya bikin aku nyadar, bahwa penelitian itu needs a full heart to be done. Lebih luasnya lagi, dalam melakukan apapun, niat itu bener-bener nomer satu. Dan menjaga niat itu, is a very-very-very-very-very-very-very hard work. Alhamdulillah, kami berhasil bertahan, insya Allah berhasil belajar banyak dari usaha untuk mempertahankan judul ini. Ini bener-bener pelajaran yang sangat-sangat-sangat-amat berharga sekali. It's priceless.

Beliau pernah bilang, tugas akhir itu sebenernya buat mahasiswa belajar bagaimana caranya berpikir logis, sistematis, realistis, manageable, etc lah. Kalo dirangkum, tujuan akhirnya TA ini adalah 'scientific thinking'. And such a softskill which is priceless, dan gag bisa didapet di sembarang tempat, kecuali dengan kerja keras-stress-berdarah-darah. Sebuah quotes dari beliau yang tidak terlupakan adalah : "the deeper you dig the knowledge, you finally will find PEOPLE" . Itu maksudnya adalah, seseorang boleh skeptis dan bertanya-tanya sedalam apapun terhadap sesuatu. Misalnya penelitian di bidang kedokteran (it's just what I know), tingkatnya bisa sampe molekuler. Penasaran awal adalah, kenapa orang bisa mati mendadak? Kemudian ditemukan bahwa salah satu penyebabnya adalah stroke. Trus, penasaran lagi, kenapa kok bisa stroke? Kemudian ditemukan bahwa penyebab terbanyaknya adalah aterosklerosis alias menyempitnya pembuluh darah karna plak aterom (timbunan lemak, platelet, dll). Trus, penasaran lagi, gimana ya biar tingkat mortalitas karna stroke berkurang? Kemudian baaaaaanyaaakkk banget penelitian tentang pengobatan stroke, dari sisi bedah dan dari sisi molekular. Dari sisi molekular, bahasannya terutama tentang pengobatan dan pencegahan aterosklerosis (this is what I know, again). Disitu, baaanyyaaakkk banget yang bisa diteliti, mulai dari kadar lemak, sitokin, perubahan struktur jaringan, daaaan sebagainya. Sampe ke tingkat molekuler, yang cuman bisa dibayangkan (ngawur be'e ya). Dari hal-hal yang kecil itu, bisa membuat perubahan besar terhadap hal yang besar. The little things is like a core for appearance of disease or symptoms. Change the little things, could possibly make a big difference in someone's health. Biar gimana, walopun penelitian udah sampe ke tingkat molekular, ke tingkat yang invisible, akhir-akhirnya kemana sih? Gag lain adalah untuk mengetahui gimana caranya menjaga kesehatan. In the end, kesehatan itu dipengaruhi oleh baaanyyaaakkk banget hal, antara lain adalah apa yang dimakan, apa yang dipikirkan, apa yang digunakan, apa yang dibuang. Trus, ngapain juga repot-repot penelitian gini? Gag lain adalah karna we're going to be a medical care person. Nanti, kami bakal punya tanggung jawab untuk membantu others melalui kesehatan mereka. Healthy is first thing to kept, isn't it. In the end, sepintar apapun, se rajin apapun, se skeptis apapun, se njlimet apapun, orang tu cuman pingin menyesuaikan diri dengan lingkungannya, membantu sesamanya. It's all about PEOPLE and community. Maybe it's all about togetherness. Maybe it's all about being accepted.

Quotes beliau yang lain, "Kita adalah guest house, setiap hari adalah tamu yang bernama kesedihan, kesenangan, sakit hati, amarah. Mari kita sambut mereka dengan senang, karena mereka adalah pesan dari Sang Pencipta" . Aboooootttt... >_< Seingetku, beliau bilang gini waktu kami curhat, 'dok, kita punya masalah ini, kita nggak bisa ini, kita nggak tau ini, kita terhambat ini, dsb...' Jadi ngerasa bego, soalnya beliau juga nyidang orang S3, and we're just a newbie, cuman S1, anak kecil, ecek-ecek... T_T

Yang lainnya lagiii.... ada kayak gini : "Hidup itu cuman dua hal: niat yang benar dan motivasi yang baik" . That's it. Wow! That's just true, just great, just... I agree, and I like it.

Dan hari ini, waktu aku minta tanda tangan beliau untuk KRS, lagi-lagi beliau nasehatin aku dan temenku. Ini karna aku agak takut, ragu-ragu, kalo-kalo laborannya nggak bisa bedah hari kamis besok, itu berarti mundur lagi, nambah biaya lagi, nambah kerjaan lagi, ada temen-temen yang mau pulkam juga, dan sederet ketakutan dan kecemasan lain. Beliau bilang gini, 'kamu itu belum bisa bersyukur berarti, kalo masih takut-takut gitu. Kita hidup bukan untuk menyuruh-nyuruh Allah sesuai kehendak kita, kita mau apa, harus terjadi apa. Itu yang bikin orang perfeksionis hidupnya nggak baik. Kita kan cuma bisa merencanakan, selanjutnya itu urusan Allah apa yang akan terjadi. Kamu juga, nggak usah takut-takut gitu, kalo plan A nggak jalan, siapkan plan B, plan C, D, E, F, G, dan seterusnya. Kalo udah bisa gitu, baru namanya kamu bisa bersyukur. Coba kamu baca terjemahannya surat Al-Insyirah itu >> Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (6) Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), (7) dan hanya kepada Tuhan-mulah engkau berharap. (8).'

Subhanallah banget dosenku yang satu ini. Beliau bener-bener LUAR BIASA!!! Masih banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari beliau. Lagipula, tugas akhirku belum selesai, cuman penelitiannya aja mau berakhir. Belum ngukur variabel, ngitung statistik, finishing TA, dan publikasi ilmiah. Belum juga ketambahan, barangkali ntar aku tertarik untuk ngikutin jadi PKM-AI. Perjalanan masih panjang... masih harus nyiapin stok darah yang banyak nih. Karna hampir bisa dipastikan, akan lebih berdarah-darah lagi... T_T

SEEEMAAANGAADDHH!!!

!@#$%^&*()

1 komentar
Feel like I'm crazy....
Just crazy...
Can thinking nothing...
Can doing nothing...
Just nothing...
Aaaarrrrggghhhh!!!!!!! >_<
Don't like when I'm being like this..
Not good... not good...
Should focus! Ayoo doooongggg.... fokuuuusssss.....!!!!! T_T
uuuuuuuuu........ >_< >_< >_< >_<
 

Leeya.woncoco Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template