Be Positive!

0 komentar

Bismillahirrohmanirrohim...,,

Biasanya aq mengucapkannya untuk memulai sesuatu yang baru. Di umurku yg sekarang ini, mungkin emang udah saatnya untuk memulai lembaran baru, dari yang single jadi married. Tapi, sesuatu yang baru, yang aku maksud disini bukan itu. Belum, aku masih belum punyanya sapa-sapa. Bismillahirrohmanirrohiim, aku memulai untuk menghadapi segala hal dengan positif. Biarpun itu bikin sakit hati, bete, depresi, bismillah, aku yakin Allah menyiapkan jalan yang terbaik buat aku. Terima kasih buat orang-orang yang menginspirasiku, secara langsung ataupun gag langsung. Dan terima kasih buat seseorang yang udah bikin aku banyak berharap, udah menunjukkan kalo pengharapan yang berlebihan itu pahit rasanya. Terima kasih buat ibukku yang udah ngajarin menerima bahwa gag semua yang aq inginkan bisa kesampaian.

this cake, mungkin cuma aku yang ngerti

0 komentar
Malem-malem gini, gatau kenapa yah, kok sering bikin galau. Mau tidur aja galau; galau soalnya pengen ngerjain n ngeriview dikit tentang IPD yang tadi udah dibelajarin bareng2 (tapi ketinggalan gara2 ketiduran). Galau jugak ni, soalnya kayak diarepin banget buat bikin sponge cake sama bapak-ibuk (ane kagak tau resepnya pisan, eui). Galau jugak, habis diomongi "begitu" sama bapak, *hadeee tolong. Susah jugak ya, kalo ortu punya standar setinggi gunung berapi gitu. Lebih susah lagi, kalo standart itu, ya hanya sekedar standar, sepertinya kok gag diaplikasikan jugak. Cuman, kalo udah dimintai pendapat, mesti bilangnya "harusnya kayak gini, harusnya gag kayak gitu, yang bener kayak gini, gitu itu salah". Mungkin kalo sekarang aku terjemahin, a perfect minded person; kesempurnaan hanya ada dalam pikiran mereka. Kalo boleh curhat si, aku sekarang udah kayak bloated aja. Rasanya uda mau pecah, mau kabur aja dari sini, jauh-jauh untuk sementara waktu. Sebuah stressor yang besar jadi bagian dari keluargaku, buat aku sih. Tapi udah genetiknya gitu, mau diapain lagi. Sebuah stresor besar untuk menjadi diriku yang aku pengen, seutuhnya, kalo tiap mau melakukan sesuatu selalu muncul ketakutan untuk dikritik dan disalahkan, kalo tiap meminta sesuatu hampir selalu ditanggapi dengan kata-kata "pengen boleh saja, tapi....", kalo tiap minta pendapat hampir selalu berawal dengan kata "terserah kamu, hidupmu...", kalo hampir setiap hari harus mendengar curhatan yang hampir tak pernah berubah tentang betapa tidak sempurnanya hidup yang seharusnya bisa sempurna. Hidupku berasa seperti semut di dalem kue bantat, yang luarnya terlihat bagus sempurna tapi dalemnya pekat memerangkap, gag membiarkan apapun keluar dari lengketnya. Keluarga ini seperti konstruksi kue bantat, yang rencananya dan pengennya emang mengembang sempurna dan terpanggang sebagus mungkin, cuman unsur-unsurnya sepertinya ada yang kurang sinkron jadinya bantat deh. Sayangnya, kue yang udah jadi bantat, yang gag bisa dikembalikan ke kondisi awalnya yaitu tepung, hanya disesali hampir setiap hari, seakan bicara "kenapa ya kok bantat? harusnya kalo begini gag bakal bantat, harusnya gag begitu, bla bla bla." Baru belakangan ini aku sadar kalo selama ini berada di adonan lengket kue bantat yang kelihatannya dari luar bagus. Aku gag berniat menjelek-jelekkan, hanya aja itulah yang aku rasakan. Tapi, aku gag mau terperangkap dalam adonan lengket itu terus. I think I am the baker of my own cakelicious, kue ku mungkin bantat mungkin jelek mungkin rasanya aneh. Bagaimanapun bentuk kue ku, if I cannot serve it beautifully, I still can crumbled it and make it a base of a better one. Bahkan brownis dulunya dibilang failed cake, sekarang malah jadi one of the most popular cake. Seseorang pernah bilang ke aku, hal yang paling penting dalam hidup adalah prosesnya. Dan aku rasa, langkah pertamaku untuk keluar dari adonan lengket ini adalah dengan menerima diriku apa adanya, dengan semua baik-buruknya, dengan semua impact dari kehidupanku sebelum ini di dalam adonan lengket ini. Kadang aku masih menyalahkan the perfect minded person untuk semua hal gagal maupun terpendam dalam hidupku, tapi bagaimanapun tidak sesuainya my previous life, my life is still processing. Yea, my first step will be accepting this imperfect somebody as my true self, be honest of who I am, accepting everything that's going on my way, and stop blaming the perfect minded person. The next step will be making a tunnel out of this gooey structure, slow but sure without breaking the cake. And when I finally come out of this cake, I will be the baker of my own bakery life, making cake of my life, always learn to make it as beautiful as it could. However, my life will always processing like a bakery, and the process it self is the sweetiest thing. Yang aku pengen sebenernya adalah a simple life, dimana aku bisa jadi diriku sepenuhnya, and enjoy living.


The great Gatsby

0 komentar

Barusan nonton film ini, The Great Gatsby. Just to kill time, sebelum persiapan horror bwt ukdi. What can I say. Ngeliat ending nya aja, aku cuman bisa melongo, gag bisa ngomong apa-apa. What's up with that man? Film nya dalem banget si, like the whole love story in the world is in that movie.

Rasanya kasiaaan banget sama om Gatsby. Tapi itu cuman film. Yea, walopun gg menutup kemungkinan ada yang punya cerita sama kayak dia. What a poor boy. He's in a very deep love, he was dying for her, then he end up waiting. Dia sempurna dalam apapun yang dia inginkan, except love. Walopun sebenernya, itulah alasan terbesarnya untuk berjuang.

He's a real man,
Though he was blinded by love,

Kalo semua cowo di dunia kayak dia, mungkin semua perempuan di dunia gag perlu takut lagi sama yang namanya cowo. Karna, cowo macam om Gatsby just stick to one woman, and give everything to his only woman.

KEDATANGANMU

1 komentar
Kamu datang di saat yang tepat, seperti doaku
Kamu datang dengan cara yang baik, seperti doaku
Kamu datang saat aku benar-benar butuh, seperti doaku
Kamu datang dalam sosok yang aku impikan, seperti doaku
Kamu datang bukan untuk mencuri, tapi menarik perhatianku, seperti doaku
Kamu datang untuk sekuat tenaga membuka kotak hatiku yang sulit terbuka, seperti doaku
Kamu datang  untuk menitipkan hatimu padaku, seperti doaku
Kamu datang menawarkan dunia padaku, seperti doaku

Mungkinkah kedatanganmu, jawaban untuk semua doaku?

Dan lagi-lagi aku menangis,
dalam kesendirian di sepinya malam
Bukan karena ketakutan lagi,
Bukan karena kecewa lagi,
Bukan karena sendirian lagi,
Aku ingin berterima kasih pada Allah,
Untuk kedatanganmu.
Mungkin seribu terima kasih tak akan cukup,
Walaupun aku menangis bersyukur setiap malam pun tak akan pernah cukup,
Untuk menghargai kedatanganmu.
Dan aku berdoa, semoga anugerah ini tak akan pernah berakhir.

it is about soulmate

0 komentar
Entah kenapa, aku jadi bingung mesti nulis apa. Padahal sebenernya banyak nih uneg-unegnya. Dan entah kenapa, belakangan ini sering jadi pasien mata waktu pemeriksaan fundus (mata lurus ke depan, seperti orang ngelamun). Tapi gag ngelamun *denial. But really, there are many things in my mind. Duniaku yang amat kacau seperti sedang settling down. Pelan-pelan semakin tertata.

It's always on my mind. Tentang bagaimana hidupku nantinya, apa-apa aja yang akan ada di sekitarku, orang seperti apa yang akan ada di sampingku, bagaimana aku akan menghabiskan waktuku. Dan rasanya everything gets so close to perfect now. Yea, mungkin karena ada satu hal, yang dari dulu aku bayang-bayangin how perfect it could be, is happening now. It is happening nearly perfect. Aku jadi bertanya-tanya sendiri, kok bisa hidup jadi begini sempurna? Is it truly for real? Dan satu hal itu, is about soulmate.

Dari dulu, kalo misalnya nonton film gitu ya, suka mbayangin gimana kalo cerita hidupku seperti itu..? Kayak kalo nonton LOTR, ih keren banget ya kalo cowonya macam raja dan cewenya so perfect macam elf gitu. Kalo nonton FTV, ih mau doong karena endingnya itu selalu sweet and happy. Dodolnya lagi, kalo nonton ftv tu suka nempatin diri sendiri di bagian tokoh cewenya, kan selalu so sweet tu cara ketemu soulmate nya, *haha, semacam mupeng gitu. Padahal kenyataannya, banyak juga temenq yang bilang kalo aku terlalu menutup diri, standarnya terlalu tinggi. Well, I thought that I need someone strong enough to open my gate. Cuman, tambah lama tambah bikin galau jugak >_< . Tapi gapapa,, selama ini I just tried to find my kind of perfect. 

Yang gag disangka adalah.... someone came at the perfect time, and he could be my kind of perfect... Sek, sek, beneran tah ini? Bukan mimpi tah? Jadi bingung sendiri..., Tapi iya lo, aneh rasanya. Sampek gag bisa nulis apa-apa nih. Daritadi jugak mau nulis semacam mello and sweet jugak susah banget. In my mind, I'm so melancholic now, kenapa gag bisa jadi tulisaaaann?? Hadeee... zzz..,, This makes me so confused. Aiiiihh,, whatever laaa...

Hadu,, daritadi aq nulis apaan si..?? Semacem gag jelas deh..,,

"You make me feel so special... That I can say nothing... Can do nothing... Just starring at the sky, with silly smile... Looking at nothing but memories... Short scene when we met..."

 

Leeya.woncoco Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template