Laugh at myself, haha

0 komentar
Aku rasa tindakanku ‘kurang’. Dan beberapa menit kemudian, I just wanna laugh at myself. Walopun sebenernya this thing is not so funny. Jadi ceritanya gini. Aku dan ketiga temenku lainnya, nyusul ujian skill RM respirasi, karna dulu kami gag masuk kelas, dan waktu temen-temen ngadain ujian susulan kelas kami jarkomnya telat. So, here we are, empat orang yang ‘ketinggalan’.


Kami diminta datang diatas jam dua siang. Oke. Aku belajar mulai dari jam dua belas tadi. Lalu soal dibagikan. Ada sepuluh nomor, dikasih waktu sepuluh menit. Oke. Terus dokternya keluar ruangan. So, practically cuman ada kami berempat. Aku baca soalnya, coba ngingat-ingat yang barusan aku baca (jujur, hampir lupa kabeh XP). Waktu baca soal nomor lima, I’m smiling, karna aku tau jawabannya, dan pasti bener.


Sempet terbersit pikiran kayak gini, ada modul di sebelahku, dokternya gag ada, aku kan jadi bisa buka modul itu buat nyari jawabannya. Pikiran itu terlintas sepersekian detik aja, lalu ada yang menghilangkannya, bagian pikiranku yang lain, yang berkata, ‘ini ujian, jadi dikerjain aja, gag usah macem-macem.’ Setelah hampir sepuluh menit, temenku tanya, ‘ini jawabannya apa?’ Aku cuman jawab dengan nunjuk kertasku, maksudku biar dia liat sendiri. Trus dia tanya, ‘lho, nomer ini gag yang ini tah jawabannya? Dst’ Aku nggak terlalu nanggapi. Otakku masih berkata, ‘ini ujian, ini ujian, ini ujian,’ *blekethekk… XP


Trus aku kumpulin jawaban kami. Sesekali aku denger temen-temen mbahas soal. I just don’t care, udah males mikir.
Sampe di parkiran, temenku bilang, ‘lho kan, jawabanku tadi bener, wa udah tak ganti, rek. Lak percuma ujian susulan, kalo hasilnya sama jeleknya sama yang lain.’ Aku mikir, ‘jawabanku juga banyak yang salah nih.’ Okelah, whatever. Setelah keluar gerbang, di jalan aku kepikiran. Kok tadi itu aku gag liat modul aja ya? Lagian, sama dokternya juga gag dilarang. Malah kami ditinggal. Berarti emang kami sebenernya boleh liat modul. Hahaaa… what else I can do than laughing at myself? Wkwkwkwkwkwkwkwk XD

I really need to write it down

0 komentar
Semua orang itu berbeda. Beneran. Kalo aku ngomong sama orang satu, trus ngomong sama orang lain, aku nggak mungkin ngomong sama persis. Aku harus menyesuaikan cara bicaraku pada satu orang dan pada orang lain. So, cara berbicara ke setiap orang akan jadi berbeda. Begitupun dengan penafsiran mereka. Aku ngomong ‘coba kamu baca Harper halaman 250’ ke beberapa orang yang berbeda. Penafsiran mereka so pasti berbeda. Satu orang mungkin berpikir, arek iki lapo se nyuruh-nyuruh aku? Orang lainnya mungkin berpikir, males banget. Orang lainnya lagi mungkin berpikir, hadu jadi males aku deket-deket sama anak ini dia agak freak. Orang lainnya lagi mungkin aja berpikir, oke that’s a good idea. Dan semua orang mungkin aja berpikir berbeda. Well, itu konklusiku dari beberapa temen yang obral-obralan cerita ke aku sih. Aku rasa, pemikiran mereka, tindakan mereka, nggak bisa di-judge gitu aja tentang benar atau salahnya, baik atau buruknya. 
Itu kan cuman perbedaan sifat dan karakter.


Selama hidupku yang dua puluh satu tahun lebih beberapa bulan ini, aku rasa jadi semakin tau how this world going through. Seperti pada badai, semua orang harus punya pegangan yang kuat biar bisa survive. Bukankah itu intinya hidup ini? Untuk survive… But, mmm… kurasa nggak cuman itu. Masih harus ada alasan lagi, kenapa kita mesti survive di bumi. Kenapa hayo? That’s the very basic thing. Aku rasa, bukankah itu alasannya banyak orang skeptis tentang gimana terbentuknya manusia, tentang gimana tubuh manusia bekerja, tentang gimana cara menjadi makhluk sosial, dll. Everybody is searching for an answer, a reason for their existence. Dan buat orang-orang yang males, yang mau hidup serba enak, nggak mikir apa-apa, nggak kerja apa-apa, you’re totally an IDIOT!


Perbedaan… this world is very unique. Nggak ada unsur di dalamnya yang sama persis. Ilmuwan boleh bilang, normalnya seperti ini, normalnya seperti itu, ini mengalami mutasi jadi nggak normal, terjadi proses nggak normal, dll. Itu kan konklusi mereka. Mereka berusaha mengeneralisasikan ilmu, biar mereka nggak stuck di satu tempat, biar mereka bisa cari tau hal lainnya, biar mereka bisa memuaskan ambisi dan ego mereka. Wow, kalimat itu agak terlalu men-judge rasanya. Forget that I have wrote it. *géblék XP


Owh, it’s so rumit! Sangat rumit! Makanya aku bersyukur banget menjadi orang islam. Aku punya pegangan yang kuat, so I know why I am here today. Aku tahu, kenapa aku nggak bisa sempurna, kenapa aku nggak bisa melakukan banyak hal, kenapa aku begini, kenapa aku begitu, kenapa harus begini, kenapa harus begitu, daaaan seterusnya. It’s just… too complicated to be written down. Susah menemukan kata-kata yang bisa menggambarkan how complicated my though is.
Mungkin, ‘memahami’ adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan. So, a million thumbs up for someone who can do it, someone who can understand what others want and what others thinkin…
Keep it up for simple though, so life can be easy to touch…

What's wrong?

0 komentar
Mengeluh, mengeluh, mengeluh...
Bete!
I know I have to stop! I want to stop! Tapi gag tauuuuu gimanaaaa biar stop mengeluuuhh...!!!!
Waaaaaa....!!!!!
AAAAAaaaarrrgggghhhhhhhhh!!!!!!!

Rasanya seperti I'm destroying my own life. This short life has to be destroyed?? God! I know I'm wrong...
T____________T

Aku harus ngomong sama seseorang nih.. Dan aku seneng, udah bikin janji sama temenku. On that day, aku bakal tumpah pol-pol-an!!! Tak ceritain semuanya! Karna aku nggak bisa nemuin jalan keluar buat masalahku ini! Dan ini bener-bener udah kroniiiissss!!!! Waaaaaaaaa....!!!! Bete!!!!

What's wrong with me??huwaaaaaa.... T__________T

sumpah, pengen nangis darah ini... T_T

Aku Menangis

0 komentar
Untuk semua yang pernah aku kecewakan
Untuk semua yang pernah atau sedang memikirkan aku
Untuk semua yang sampai saat ini masih mengingat aku
Untuk semua yang pernah menorehkan tinta tentang aku di sel memorinya
Untuk semua yang pernah aku temui
Untuk semua yang pernah melihatku, mendengar suaraku, dan merasakan kehadiranku
Untuk semua yang pernah menilaiku
Untuk semua yang memandangku berbeda

Aku menangis untuk kalian
Aku menangis untuk semua kebodohan yang aku lakukan di depan kalian, atau terhadap kalian
Aku menangis untuk semua kesalahan tingkah laku-ku
Aku menangis untuk semua kebingungan yang aku buat
Aku menangis untuk semua ketidakjelasan yang aku timbulkan
Aku menangis untuk maaf yang sulit terucap sepenuh hati
Aku menangis untuk banyak hal yang sulit aku lakukan untuk kalian
Aku menangis,
Hanya bisa menangis

Sulit bagiku minta maaf langsung ke kalian, walau aku ingin
Sulit bagiku berhadapan dengan kalian, karna aku pernah melakukan kesalahan
Sulit bagiku menatap mata kalian, karna aku pernah bersikap lemah dihadapan kalian
Sulit bagiku untuk bicara dari hati ke hati, karna aku nggak mau terlihat lemah lagi

Maaf, sudah menambah satu cetakan di sel memori kalian, cetakan tentang aku
Maaf, kalau aku pernah membuat kalian berharap lebih
Maaf, kalau aku nggak seperti yang kalian harapkan
Maaf, karna aku nggak menjadi seorang yang berguna buat kalian
Maaf, karna aku hanya bisa minta maaf dalam hati

Lihatlah aku dari permukaan, dan itu cukup
Nilailah aku dari permukaan, dan itu pantas
Mungkin bagi kalian aku nggak baik
Mungkin bagi kalian aku nggak jelas
Mungkin bagi kalian aku bodoh
Tak apa…
Memang itulah aku, saat ini
Memang itulah yang bisa tampak dari semua yang aku punya, saat ini
Walau aku yakin, aku lebih dari sekedar permukaan itu

Ouch!

0 komentar
Emang seseorang gag bisa ya, just live  gitu? Hidup mandiri, tanpa mementingkan kelompok tertentu, hanya membela agama, keluarga, nasionalisme, dan keamanan dirinya sendiri? Banyak contoh kecil dari nepotisme, kolusi, membela kelompok walaupun sampai mati (ya, ini rada lebay sih), yang aku tau, kadang aku saksikan atau alami sendiri. Banyak orang hanya membela kelompoknya sendiri-sendiri. Mungkin itu sebabnya, minggu kemarin bapakku bilang, "Indonesia ini gampang pecah. Kalau masih kelompok-kelompok'an gini terus, paling berapa tahun lagi pecah tiap pulaunya." Wow! Kurasa nggak salah kalau aku bilang, dunia ini tempatnya perang idealisme, semua merasa paling benar, semua pingin idealismenya jadi pondasi kehidupan.  However, it's just the world.. how complicated.

Struggling for life nggak mulu mesti angkat senjata, tumpahkan genangan darah, korbankan beberapa anggota tubuh, atau nyaris mati dikejar macan. Mencari posisi dalam kehidupan, mencari teman yang takkan terlupakan, mencari ilmu, sendiri melihat banyak orang berkelompok sambil ketawa ngakak, ngikutin apa yang lingkungan lakukan hanya demi diterima dalam masyarakat (walau kadang itu nggak sesuai hati nurani), mempertahankan prinsip, mengejar mimpi, that's what struggling for life means for me. Hidup terasa susah banget... though I just want to live as simply as possible...

I feel like, lonely in this very crowded world. Dan aku rasa, aku tidak masuk dalam kelompok manapun, bukan anggota geng manapun, somehow I just keep my independency. Just say I'm selfish, yes I am. Just say I'm depressed, yes I am. Just say I'm hars and rude and so unmannered, yes I am. But deep inside, I have a dream... about the world of harmoni...

Sekarang yang aku pikirin adalah... wow, mungkin aku mesti belajar lebih keras buat uas nanti, karna kemungkinan besar aku nggak akan dapet soal uts kemarin. Of course, I'm not part of 'his group'. Dia punya foto-foto soal uts kemarin, and it will just be limited edition. Tadi dia bilang, aku boleh punya soal itu. Tapi aku nggak mbantuin apa-apa. Oke, biasanya aku yang ngetik. Tapi sekarang aku nggak ikut andil, bukan aku yang ngetik. Bukan aku nggak mau, tapi emang aku nggak dikasih datanya. Aku nggak berguna sekarang. Dan aku nggak akan ngeluh kalo nggak dapet soal, it's oke. Walopun dia lupa, siapa yang udah berusaha ngumpulin dan ngetik soal dari semester satu dan menyebarkannya saat kebanyakan cuman apatis dan mau enaknya aja. Walopun dia lupa, siapa yang udah berusaha untuk menyatukan tiga kelas jadi satu lewat soal-soal. Walopun dia lupa, kalo orang ini masih ada, masih hidup, masih kuliah dan satu kelas dengannya, dan masih butuh soal itu. Aku nggak akan ngeluh (sebenernya udah ngeluh sekarang ini kan, hoho), karna aku nggak mau ikut-ikutan sirik. I have to struggle! Lagian, belajar itu nggak ada ruginya. Biarin nilaiku cuman B karna nggak hafal soal. Yang penting aku selalu belajar. That's the most important thing... Hidup adalah tentang memberi manfaat... hopefully I can give much, even it has to be 'someday'...
 

Leeya.woncoco Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template